ARIF MUSTOFA

Minggu, 18 Desember 2011

bebas

“MIKRAJ” Diujung musim yang mengasing Bagai dengus gurun pasir Cahaya melompat dalam lautan salju Diseratnya langkah malam itu Dalam putih waktu Muhammad-ku tawalkan pada-Mu Jenuh semesta ini Kupenuhi isi dadaku Nasib dunia Bentangkan kedua tanganmu Nasib dunia Pohon-pohon kurma ditepi ka’bah Dipusat mekkah Menyanyi dalam nasib malam Dan mengucapkan salam Keseluruh alam Dipuncak jagat Leburlah rindunya Menjadi zarrah itu Marhaban ! ku utus kau juru selamat !!!

tentang diri sendiri

Memotivasi diri sendiri Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri (achievement motivation). Kendali diri emosional ・menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati ・adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Keterampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.
Mengenali emosi orang lain Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut Stephen Covey sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Keterampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif. Mengelola emosi orang lain Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antarpribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antarmanusia. Keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antarpribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antarkorporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antarindividu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain (baca: membina hubungan yang efektif dengan pihak lain) semakin tinggi kinerja organisasi itu secara keseluruhan. Memotivasi orang lain Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan handal.

tentang diri sendiri

“PERSAHABATAN” Dengan datangnya malam jum’at
, aku dan kawan-kawan merencanakan untuk berziarah ke martajasah. Pada malam itu kami berangkat bersama, ba’da shalat maghrib berjama’ah dimasjid. Kemudian kami berkumpul disalah saturumah teman kami. Setelah semuanya sudah siap kemudian kami semua berangkat menggunakan sepeda motor kita masing-masing. Ada juga yang nebeng, malam itu terasa sangat indah karena pda sa’at itu kami semua bisa berkumpul bareng dan bersenda gurau bersama. Suatu kesempatan yang jarang terjadi. Kami pun tiba ditempat tujuan. Kami sholat isya’ berjama’ah. Kemudian berziarah kemakam syaichona cholil kemudian kekuburan syara dan lain-lain. Pulangnya kami mampir disebuah tempat yang katanya itu adalah pusarnya laut. Yaitu kolla. Setibanya disana ternyata ada seseorang yang lagi sholat dengan khusuk nya . Shalatnya lama sekali dan ternyata yang sholat tersebut adalah teman lama ku yang sudah lama banget tidak pernah berjumpa,aku sangat senang berjumpa dengan dia kembali aku sangat merindukannya. Kamipun ngobrol asyik saling menanyakan tentang keadaannya masing-masing ternyata dia mondok. Aku sangat mengaguminya,telah lama kemudian temanku dipanggil sama temannya umtuk kembali ke pondoknya karena memang udah agak larut malam. Dari sebuah perjalanan ziarah,aku bertemu dengan teman sekaligus sahabat lamaku. Akhirnya pun kami pulang kerumah karena keesokan harinya masih harus kembali beraktifitas lagi,kami pulang dengan sangat gembira dan riang bias bercanda tawa bersama,sungguh peristiwa itu yak terlupakan.

diri sendiri

Angan-angan memang tidak bisa ditebak. Kadang angan ingin sekali menggapai sesuatu yang diluar batas kemampuan. Tapi itulah namanya angan-angan. Kadang angan sering kali tidak tercapai. Alasannya angan-angan yang kita inginkan sangat tinggi sehingga jika kita berusaha pasti akan menjadi kenyataan. Hati ingin menjadi orang yang palik baik diantara yang lainnya,terdepan,terbagus,termanis, ter..ter.. dan ter pokoknya deh. Tapi apalah daya tidak semua yang kita inginkan bisa terlaksana ataupun tercapai. Itu sangat sulit mungkin bagi orang yang malas tapi bagi orang yang aktif pazti banyak cara untuk mencapainya. Tetapi kalau memang berusaha dengan keras dan dibantu dengan doa insyaallah pasti akan bisa tercapai sesuai dengan keinginan kita. Tetapi bolehlah kita bermimpi tuk jadi yang terbaik diantara lainnya. Karena ada pepatah mengatakan mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia ini. Jadi bermimpilah atau gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Memang hidup hanyalah sementara tapi tanpa angan,hidup tak berwarna,tak terencana. Apabila hidup kita atur dengan baik insyaalloh hidup kita akan selalu bahagia dan dipenuhi rasa senang, tenang, dan tentram. Tapi tetaplah mimpi harus diimbangi dengan usaha keras serta perjuangan dan doa yang tulus atau ikhlas. Karena tanpa usaha kita tidak akan bisa menggapai mimpi kita. Dan selalulah bersyukur atas nikmat-Nya yang telah diberikan kepada kita sehingga kita akan merasakan indahnya hidup ini.

tentang man

“MAN MEMPUNYAI EKSTRAKURIKULER”
Di MAN juga mempromosikan semua ekstra nya pada saat pelaksanaan MOS bagi siswa-siswi yang baru masuk atau diterima di MAN ini.Jad siswa-siswi nya bias langsung memilih atau melihat secara langsung ekstra yang akan dipilih.MAN mempromosikan semua ekstranya agar menarik perhatian siswa-siswi baru tersebut dan agar siswa-siswi nya tidak salah memilih ekstra. Diantara ekstra-ekstra di MAN antara lain : 1) Olahraga : footsall(football),volly ball,basket ball,badminton,dan tenis meja. 2) Seni : band,drumband,tari,teater,paduan suara. 3) Keterampilan : elektronika,tata busana,otomotif. 4) Agama : qosidah,mc/pidato,tartil,qiroah. 5) Umum : PMR,paskibraka,pramuka,jurnalistik,KIR. Di MAN juga mendapatkan penghargaan atau pernah menjuarai lomba,diantara ekstra-ekstra nya yang pernah mendapatkab juara : 1) Drumband 2) Teater 3) Footsall atau football 4) PMR 5) Paskibraka 6) Mc atau pidato Bahkan pada bulan februari depan drumband MAN Bangkalan akan mengikuti lomba di Pamekasan dengan dilomba drumband se-Madura. Yang akan dilaksanakan di Pamekasan dan Sampang. Mohon bantuan doanya ya agar sekolah yang kita banggakan menjadi sekolah yang lebih terkenal lagi.

Sabtu, 17 Desember 2011

tentang daerah

Batik Tanjung Bumi Madura? Hampir dapat dipastikan, semua kalangan mengenalnya. Kalau searching pakai Google, misalnya, tercatat 119 ribu rekaman yang berkaitan dengan Batik Tanjung Bumi Madura. Seakan Batik Madura identik dengan Tanjung Bumi. Membahana hingga ke mancanegara.
Namun kalau Anda berkunjung ke Desa Tanjung Bumi Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan Madura, sektar 41 km dari kota Bangkalan, jangan kaget. Jangan pula membayangkan bahwa daerah Tanjung Bumi mirip dengan Sentra Tas di Desa Tanggul Angin Sidoarjo. Atau, sentra-sentra industri kecil lain yang sudah terkemuka di daerah lain. Kalau Anda datang ke sana dan tanpa bertanya, Anda akan mengambil kesimpulan bahwa di Desa Tanjung Bumi itu bukan desa batik. Sepintas tidak nampak seorangpun pengrajin batik. Tidak ada tanda-tanda apapun yang nampak secara kasat mata, mengingat aktivitas pembuatan batik dilakukan di dalam rumah. Tulisan yang biasanya terpampang pada gapuro dengan menyebut “Selamat Datang di Kampung Batik Tanjung Bumi”, juga tidak tampak. Begitu pula dengan outlet-outlet khusus berderet (seperti di Tanggulangin, misalnya), setali tiga uang. Sama-sama tidak ada. “Memang itu salah satu kelemahan. Di Desa sini belum ada paguyuban batik. Atau koperasi baik. Apalagi gapuro Kampung Batik” kata Ahmadi, salah satu pengrajin dan pengelola batik Tanjung Bumi yang mempekerjakan karyawan lebih dari 70 orang. Namun, kalau Anda turun dari mobil. Dilanjutkan dengan berjalan kaki. Sekaligus menikmati suasana salah satu bibir pantai Madura itu, perlahan-lahan Anda akan merasakan bau yang khas. Bau malam yang terbakar. Sekaligus itu penanda bahwa di rumah dekat Anda berjalan, ada pengrajin batik. “Namun kalau Anda pergi ke sini hari Sabtu atau Minggu, desa ini akan kelihatan sekali kalau desa batik” kata Misrawi. Kenapa? Karena saat itu, di hampir semua rumah, tiap-tiap batik hasil karya rumahan dipajang di tempat jemuran baju. Dan biasanya pada hari itu pula banyak pedagang luar kota datang. Membeli dan memborong batik. Serta menjual lagi ke end user (ditempat lain) dengan harga lebih tinggi, sudah barang tentu. “Di Desa Tanjung Bumi ada 60 kelompok pengrajin batik. Kerjanya ya seperti itu. Tidak terlalu terlihat dari luar” jelas Misrawi. Menurut Misrawi, kenapa masyarakat Tanjung Bumi mengerjakan di dalam rumah, ternyata tidak lepas dari sejarah kelahiran batik di Madura. Konon, keterlibatan perempuan-perempuan di Tanjung Bumi pada proses membatik dikarenakan menunggu kedatangan sang suami, yang sebagian besar bermatapencarian sebagai nelayan. Dan kalau sudah pergi menangkap ikan, mereka bisa pergi berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Bagi perempuan Tanjungbumi, menunggu kedatangan suami merupakan saat-saat paling panjang dan menegangkan. Mereka selalu gelisah apakah suaminya bisa pulang kembali dengan selamat dan bisa membawa uang untuk biaya rumah tangga. Untuk mengurangi rasa gelisah tersebut, akhirnya mereka mulai belajar membatik. Namun, hingga kini belum ada yang dapat memastikan kapan para istri itu mulai membatik. Begitu waktu berjalan, ternyata pengrajin batik tidak hanya tinggal di Tanjung Bumi. Melainkan menyebar hingga ke desa Telaga Biru, Paseseh, Bumi Anyar, Larangan, Tambak Pocok, Bandang, Macajeh, Tlangoh, Tagungguk dan Bangkeng. Total pengrajin dan pengelolahnya mencapai ribuan orang. Menurut Ahmadi, corak batik Tanjungbumi mempunyai ciri khas batik pesisir. Corak bebas dengan warna-warna berani. Serta, ada cecek (titik-titik). Proses pembuatannya? Ada yang menggunakan cap, tulis, dan gentongan. Disebut gentongan, karena untuk proses pewarnaannya dimasukkan dalam gentong. Uniknya, warna yang dipakai pada gentongan bukan warna kimia. Tapi warna alami yang mengambil dari daun-daun atau akar-akaran tumbuh-tumbuhan. “Untuk gentongan, penyelesaiannya bisa lebih dari 1 bulan. Sehingga harganyapun mahal. Ada yang lebih dari Rp. 3 juta per potong (2 meter). Sedangkan batik tulis pada kisaran Rp. 75 ribu – 500 ribu per potong” jelas Ahmadi. Menurut Ahmadi, kebanyakan masyarakat Tanjung Bumi belum memiliki jaringan pemasaran kuat. Model penjualan yang sering digunakan biasanya pembeli datang. Masyarakat menjual. Belum ada yang memiliki show room khusus misalnya di Surabaya. Jadi, kalau ada batik Tanjung Bumi sampai ke negara lain, penyebabnya karena dipasarkan oleh orang lain. Atau, pengrajin Tanjung Bumi ikut pameran. Peran kecamatan atau kabupaten dalam penumbuhkembangan pemasaran Batik Madura dinilainya belum optimal. “Begitu juga dengan yang tadi. Gapuro. Berapa sih biaya membuat gapuro Kampung Batik?” Ahmadi berargumen. “Pun demikian dari sisi permodalan. Belum ada insentif apapun. Saya kadang iri dengan kabupaten lain, yang diberi subsidi bunga sampai 6%” tambah Ahmadi. Terlepas dari kelemahan itu, Ahmadi juga mengucap syukur dengan adanya pemerintah. Setidaknya pada 2010 kemarin, ayah 2 orang anak ini diajak pameran ke Hongkong oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Bangkalan. “Ini yang positif. Dan seharusnya digalakkan. Karena dari situ biasanya produksi dan pemasaran kita terus meningkat” kata Ahmadi. Ahmadi berharap pemerintah konsisten berkaitan dengan menumbuhkembangan industri batik. Tidak hanya melarang penggunaan batik dari Cina. Lebih dari itu, seharusnya tidak pula mengimpor mesin dari Cina untuk memproduksi batik printing. “Coba bayangkan, kalau makai mesin. Dengan 10 orang pekerja bisa memproduksi ribuan potong per hari. Kalau kita, yang tradisional, perlu waktu panjang. 1 potong batik tulis bisa memakan waktu minimal 1 minggu” jelas Ahmadi. Dampak selanjutnya, jika produksi printing tetap diteruskan (lebih-lebih pasar menginginkan harga murah tanpa mau tahu proses yang terjadi di dalam), akan terjadi banyak pengangguran. Tidak hanya di industri batik sendiri, Tapi juga akan menggandeng penambahan pengangguran di sektor pendukungnya. “Seperti malam, misalnya. Printing kan sudah tidak perlu malam lagi” kata Ahmadi. Komentar Dikirim oleh: FITRIA RAMADANI PUTRI (BANGKALAN), Tanggal: 2011-07-20 SAYA BANGGA MENJADI WARGA MADURA YG BEGITU TERKENAL DENGAN BATIKNYA.

tentang man

Bangkalan - Seorang siswa Madrasah Aliya Negeri (MAN) Kabupaten Bangkalan, Madura babak belur dianiaya oknum TNI AL. Hingga kini belum diketahui penyebab pasti penganiayaan itu. Siswa yang mengalami luka serius disekujur tubuhnya itu bernama Khoir (16). Korban saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) setempat. Kejadian tersebut terjadi saat korban yang berboncengan dengan temannya melintas di jembatan Jalan Kartini. Tiba-tiba, korban ditabrak oleh oknum TNI AL dari belakang hingga terjatuh ke aspal. Belum puas dengan aksinya, pelaku memukul korban dengan tangan kosong bertubi-tubi, hingga menyebabkan korban babak belur. Tidak terima dengan kejadian tersebut, orangtua korban, H. Badri (48), warga Desa/Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan melaporkan ke Sentra Pelaporan Kepolisian (SPK) Polres dan Denpom setempat. "Saya tidak terima dengan perlakuan oknum TNI AL tersebut. Pelakunya harus diusut dan mempertanggungjawabkan di depan hukum," tegas Badri pada wartawan usai melaporkan kasusnya ke Polres Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (19/11/2009). Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno membenarkan peristiwa tersebut. "Laporan sudah diterima dan anggota saya sedang memeriksa orang tua korban sebagai pelapor," terang Suwarno pada wartawan di kantornya, Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan. Hingga saat ini, penyidik Polres Bangkalan belum melangka lebih jauh, sebab selain masih melakukan pemeriksaan terhadap pelapor juga korban belum diperiksa yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSU Bangkalan