ARIF MUSTOFA

Senin, 12 Desember 2011

tentang saya

I'm the owner of this Blog. Name : arif mustofa Short Name : Arif/mustofa/tofa
Date of Birth : 21/12/1995 Sex : MAN Location now : bangkaln,tanjungbumi secondary : MAN MODEL BANGKALAN Hobby : Blogging, badminton, playing game, especially game online, karaoke with my friends after school. Favorite Color : White, pink, blue, cream, chocolate. Favotite Food : Madura sataaaaaaay made in Purwokerto, Central Java. Nyummmy. It's so delicious with peanut sauce and piece of garlic within, durian fruit, cake, cheese, and chocholate. Favorite Drink : Fresh water and milk. Favorite Day : Saturday night and holiday, that's my day, my freee day, my free time to sleep to playing game. Favorite Place : My bedroom, with my cute slobber pillow. That's little about me, wanna know the other side of me. Add my fb, email :arifsariuzz@yahoo.co.id

daerah

Geografi dan Iklim 1. Letak Geografi Wilayah Kalimantan Timur dengan luas mencapai 20.865.774 Ha atau satu setengah kali pulau Jawa dan Madura, sebagian besar merupakan daratan yakni 19.844.117 Ha. (95,1%), sedangkan lautan (4-12 Mil) hanya 1.021.657 Ha. (4,9%). Daerah ini mempunyai beberapa aliran sungai dan delta yang tersebar di hampir semua kabupaten dan kota dengan sungai terpanjang Sungai Mahakam. 2. Batas Wilayah Batas wilayah provinsi yang menjadi pintu gerbang utama pembangunan Indonesia di bagian timur ini adalah : Utara : Negara Bagian Sabah (Malaysia Timur). Timur : Selat Makasar, Laut Sulawesi dan Selat Sulawesi. Selatan: Kalimantan Selatan. Barat : Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Negara Bagian Serawak (Malaysia Timur). Ibukota provinsi Kalimantan Timur adalah Samarinda yang terletak di tepi Sungai Mahakam. Samarinda dapat dicapai lewat darat dan udara, meskipun harus transit di Kota Balikpapan yang merupakan tempat beradanya Bandara Internasional Sepinggan. 3. Demografi Jumlah penduduk Kalimantan Timur di tahun 2003 tercatat 2.704.851 jiwa, hingga pada tahun 2010 jumlah penduduk mencapai 3.553.143 jiwa. Dengan demikian dalam kurun waktu tersebut jumlah penduduk Kalimantan Timur meningkat sebesar 848.292 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya rata-rata 3,82 persen. Adapun komposisi penduduk menurut jenis kelamin pada tahun 2010 terdiri dari penduduk laki-laki 1.871.690 jiwa (52,68 persen) dan penduduk perempuan 1.681.453 jiwa (47,32 persen). 4. Topografi Wilayah Wilayah Kalimantan Timur didominasi topografi bergelombang, dari kemiringan landai sampai curam, dengan ketinggian berkisar antara 0-1500 meter dpl dengan kemiringan 60 %. 5. Struktur Geologi Provinsi Kalimantan Timur didominasi oleh batuan sedimen liat berlempung dan terdapat pula kandungan batuan endapan tersier dan batuan endapan kwartener. Formasi batuan endapan utama terdiri dari batuan pasir kwarsa dan batuan liat. 6. Karakteristik Iklim Provinsi Kalimantan Timur termasuk iklim Tropika Humida dengan curah hujan berkisar antara 1500-4500 mm per tahun. Temperatur udara minimum rata-rata 21°C dan maksimum 34°C dengan perbedaan temperatur siang dan malam antara 5°-7°C.Temperatur minimum umumnya terjadi pada bulan Oktober sampai Januari, sedangkan temperatur maksimum terjadi antara bulan Juli sampai dengan Agustus. 7. Kelembaban Udara Kelembaban udara rata-rata mencapai 86 % dengan kecepatan angin rata-rata 5 knot perjam. Data curah hujan selama 5 tahun dari tahun 1994-1998 mencatat bahwa rata-rata curah hujan mencapai 2060,2 mm per tahun.

daerah

Kerusakan Sungai dan Daerah Aliran Sungai di Indonesia Daerah Aliran Sungai di Indonesia semakin mengalami kerusakan lingkungan dari tahun ke tahun. Kerusakan lingkungan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) meliputi kerusakan pada aspek biofisik ataupun kualitas air. Indonesia memiliki sedikitnya 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai. Dari 5,5 ribu sungai utama panjang totalnya mencapai 94.573 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 1.512.466 km2. Selain mempunyai fungsi hidrologis, sungai juga mempunyai peran dalam menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan lainnya. Saat ini sebagian Daerah Aliran Sungai di Indonesia mengalami kerusakan sebagai akibat dari perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS. Gejala Kerusakan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dilihat dari penyusutan luas hutan dan kerusakan lahan terutama kawasan lindung di sekitar Daerah Aliran Sungai. Dampak Kerusakan DAS. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terjadi mengakibatkan kondisi kuantitas (debit) air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Selain itu juga penurunan cadangan air serta tingginya laju sendimentasi dan erosi. Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Sungai dengan Daerah Aliran Sungai di sekitarnya Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) pun mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai yang mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh erosi dari lahan kritis, limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan) dan limbah pertambangan. Pencemaran air sungai di Indonesia juga telah menjadi masalah tersendiri yang sangat serius. Saat ini beberapa Daerah Aliran Sungai di Indonesia mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah dalam upaya pemulihan kualitas air. Sungai-sungai itu terdiri atas 10 sungai besar lintas provinsi, yakni: Sungai Ciliwung; Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan DAS seluas 97.151 ha. Sungai Cisadane; Provinsi Jawa Barat dan Banten dengan DAS seluas 151.283 ha Sungai Citanduy; Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan DAS seluas 69.554 ha Sungai Bengawan Solo; Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan DAS seluas 1.779.070 ha. Sungai Progo; Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan DAS seluas 18.097 ha Sungai Kampar; Provinsi Sumatera Barat dan Riau dengan DAS seluas 2.516.882 ha Sungai Batanghari; Provinsi Sumatera Barat dan Jambi dengan DAS seluas 4.426.004 ha Sungai Musi; Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan dengan DAS seluas 5.812.303 ha Sungai Barito; Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dengan DAS seluas 6.396.011 ha. Sungai Mamasa (Saddang); Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan dengan DAS seluas 846.898 ha. Selain pada 10 sungai lintas provinsi juga pada 3 sungai strategis nasional, yaitu: Sungai Citarum; Provinsi Jawa Barat dengan DAS seluas 562.958 ha. Sungai Siak; Provinsi Riau dengan DAS seluas 1.061.577 ha. Sungai Brantas; Provinsi Jawa Timur dengan Daerah Aliran Sungai seluas 1.553.235 ha. Semoga kedepannya, Daerah Aliran Sungai yang kita punyai semakin berkurang kerusakannya dan membaik kondisinya sehingga 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai di Indonesia tidak lagi mendatangkan bencana buat kita semua. Justru sebaliknya, sungai-sungai tersebut membawa manfaat dan kesejahteraan buat seluruh rakyat Indonesia.

daerah

Kebudayaan Wujud cagar budaya yang masih dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu Indonesia [33]DIY mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) maupun yang intangible (non fisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat. DIY memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestari keberadaannya, merupakan embrio dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya dan beradat tradisi. Selain itu, Provinsi DIY juga mempunyai 30 museum, yang dua diantaranya yaitu museum Ullen Sentalu dan museum Sonobudoyo diproyeksikan menjadi museum internasional. Pada 2010, persentase benda cagar budaya tidak bergeak dalam kategori baik sebesar 41,55%, seangkan kunjungan ke museum mencapai 6,42%[34].

daerah

Batik Tanjung Bumi Bangkalan

Batik Tanjung Bumi Bangkalan memang sangat terkenal mulai dari wisatawan lokal ataupun wisatawan manca negara, padahal bukan hanya Tanjung Bumi saja pengrajin batik di Bangkalan, tapi terdapat juga di daerah Bangkalan yang lainnya, seperti di daerah Modung, Belega, Socah dan Kokop.
Batik Tanjung Bumi Bangkalan termasuk katagori batik pesisir bukan batik pedalaman. Batik pesisir umumnya memiliki motif dan warna yang berani sedangkan batik pedalaman umumnya bercorak klasik dan kalem. Hal tersebut terkait dengan sifat masyarakat pesisir yang ‘terbuka’ dari pengaruh budaya luar.
Motif batik Tanjung Bumi Bangkalan lebih dari seribu. Bagi orang luar sangat sulit menghafalnya. Nama motif biasanya terkait dengan gambar apa dan cara pewarnaanya yang dikonsonankan dengan bahasa daerah setempat. Nama-nama motif  tersebut antara lain: Ramo, Banjar Ramo, Rongterong, Perkaper, Rawan, Serat Kayu, Panca Warna dll. Namun yang paling mahal dan paling terkenal dari batik Tanjung Bumi Bangkalan ini adalah Batik Gentongan. Batik Gentongan dengan motif: panji tukul, panji leko, panji susi, tasikmalaya, getoge dll. Kalau batik tulis Tanjung Bumi Bangkalan yang biasa  harganya Rp 50.000 sampai Rp 75.000  yang dikerjakan selama 1 minggu, kemudian batik tulis sutra yang harga sekitar Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000  yang dikerjakan selama 1 – 2 bulan, sedangkan batik gentongan dikerjakan paling cepat 1 tahun, karena direndam dalam gentongnya saja membutuhkan waktu yang pertama selama 6 bulan kemudian setelah digambar, batik belum jadi itu direndam lagi selama 3 sampai 4 bulan. Batik gentongan banyak diminati para kolektor.
Murah mahalnya harga sehelai kain batik ini dipengaruhi oleh kerumitan cara pembuatannya. Namun kalau soal seni dan selera tentu tidak tergantung kepada harga saja, Kita mesti bangga dengan Nusantara yang kaya akan seni dan budaya tinggi ini.

daerah


LAMBANG DAERAH

     Lambang daerah kabupaten bangkalan ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 1971. Lambang Daerah melukiskan suatu keadaan Daerah Kabupaten Bangkalan sebagai salah satu daerah di Pulau Madura yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun arti dari bagian-bagian lambang terdiri dari :

PERISAI
Bentuk bunga teratai bersudut lima sebagai lambang kesetiaan penuh kepada Pancasila dan sifat kesatriaan, keagungan. Persaudaraan dan religious dari masyarakat Kabupaten Bangkalan.
BINTANG KUNING EMAS
Sebagai lambang segala langkah perjuangan masyarakat selalu dipedomani kepercayaan yang mendalam kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.

SENJATA PENGGALAN DAN SENJATA CAKRA
Sebagai lambang jiwa kepahlawanan dalam menentang penjajah dahulu selalu diwarisi oleh generasi-generasi selanjutnya dalam mempertahankan tegaknya Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45

LAUTAN
Sebagai tanda bahwa kabupaten Bangkalan sebagai bagian dari Pulau Madura yang dibatasi oleh lautan dan dari tiga arah, sebagai lambang dari kearifan dan kebijaksanaan yang dalam, serta kelapangan dada dalam menyelesaikan tugas dan kewajiban

PANAH, ANAK PANAH DAN BUSURNYA
Sebagai lambang kemauan yang keras dalam perjuangan menuju masyarakat adil dan makmur sesuai dengan tujuan Proklamasi 17 Agustus 1945

API KONANG
Sebagai lambang semangat yang tidak kunjung padam dari rakyat Kabupaten Bangkalan, dikenal sebagai daerah yang aktif membentuk suksesnya pembinaan persaudaraan dengan bangsa-bangsa lain di dunia dengan melalui forum olah raga (GANEFO)

UNTAIAN BUNGA KAPAS
Untaian bunga kapas sebanyak 17 (Tujuh Belas) butir melambangkan kemakmuran di bidang sandang dan untaian padi, sebanyak 45 (Empat Puluh Lima) butir melambangkan kemakmuran dibidang pangan.

SESANTI CIPTA INDRA CAKTI DHARMA
Yang berarti bahwa segala karya dari manusia hanya dapat terwujud dengan baik apabila mendapat ridho dari Tuhan yang Maha Esa.

tentang daerah


Ruang baca Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta (Foto: Dede Rohali)
Jakarta – Mengenal tempat tongkrongan yang asyik bagi mahasiswa saat ini tidak harus ke kafe, mal, plasa dan sejenisnya. Bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktunya dengan nilai tambah positif tentunya tidak akan mensia-siakan kesempatan untuk mendatangi Perpustakaan Umum Daerah (Perpumda) DKI Jakarta. Perlu diketahui bahwa kesan buruk tentang perpustakaan yang sunyi, senyap, bau dan kaku itu akan hilang setelah kita masuk kedalam ruangan utama Perpustakaan.
Perpumda DKI Jakarta ini telah dilengkapi dengan fasilitas komputer yang terkoneksi internet selama 30 menit sehingga pengunjung-pengunjung yang datang dapat menikmati fasilitas internet secara gratis. Tak terkecuali mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi atau tugas kuliah dapat mengakses fasilitas internet jika membutuhkan referensi dari dunia maya.
Perpustakaan yang beralamat di Gedung Nyi Ageng Serang- Jl. H. Rasuna Said Kav. 22C Kuningan DKI Jakarta ini terletak di lantai 7 dan 8 gedung Perpumda Jakarta. Perpustakaan ini memiliki beberapa koleksi yang cukup lengkap diantaranya buku koleksi ilmiah dan banyak bacaan fiksi.
Bagi yang muslim tidak usah khawatir karena perpustakaan ini juga dekat dengan mushola. Selain itu, Perpumda Jakarta juga memfasilitasi dirinya dengan ruang audio visual, ruang diskusi dan beberapa meja bundar.
Petugas Perpumda DKI Jakarta terlihat sangat siap untuk membantu dan melayani pengunjung. Tertulis dalam papan informasi untuk dapat meminjam buku di sana hanyalah mengisi form pendaftaran, menyerahkan foto 2 x 3 sebanyak 1 lembar dan foto kopi KTP sebanyak 1 lembar untuk mendapat kartu anggota.
Dan yang terpenting tidak dipungut biaya. Jika buku yang telah kita pinjam ingin diperpanjang dan kita tidak sempat pergi ke sana, maka perpanjangan  peminjaman dapat dilakukan dengan menelpon sekretariat Perpumda Jakarta. Pelayanan di sana memudahkan pengunjung.
Perpumda DKI Jakarta terletak di tempat yang strategis dan dekat dengan pusat keramaian dan pusat belanja. Maka tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu pergi ke Perpustakaan ini dan menikmati kenyamanan di sana. Yuk!